Kamis, 24 November 2011

Rintihan Hamba

Didalam hidupku selalu ku selingi dengan doa

Kata-kata surge yang kupanjatkan hanya kepada-Mu

Kusadari aku ini manusia yang berlumur dosa

Namun kutekadkan hati ini untuk selalu memohon ampunan-Mu

Aku ingin menebus segala kesalahanku

Entah bagaimana caranya

Yang aku tahu hanyalah berdoa dan mendekatkan diri kepada-Mu

Kau Maha Segalanya

Jangan jadikan hamba-Mu ini sebagai umat yang Kau benci

Ampunilah segala dosa-dosa ku

Jadikan hamba-Mu ini sebagai penghuni surga

Jadikanlah hamba orang yang sholeh

Ya Allah .. Dengarlah doaku ini dan kabulkanlah .. Amin

Mengarungi cinta biru

Kuarungi cinta ini walaupun sulit tuk mengarunginya

Kuarungi selalu cinta ini dengan penuh ketegaran hati

Kau dan aku bagaikan cinta biru

Sesaat kita kan terjatuh

Kita akan terjatuh pada lautan air yang biru

Tak mudah untuk mengarungi cinta ini

Begitu banak haling rintang yang harus dilewati

Aku yakinbahwa kita bisa menembusnya

Meskipun halangan bagai api yang membara

` Tetapi kita harus yakin dengan kesabaran kita

Semua akan berujung kebahagiaan

Kau adalah mimpi disetiap tidurku

Dirimulah yang menjadi penyemangat hidupku

Kan selalu kujaga hati ini untukmu

Dan kan ku jadikan kau sebagai permaisuri di hidupku

Cobaan

Baru melangkah untuk menggapai keinginan

Baru pertama ku ingin mencapainya

Tapi apa daya aku tak bisa

Cobaan terus datang menghampiriku

Apa yang harus aku lakukan

Apa yang harus aku tunjukan

Memang berat setiap cobaan yang menghalangi I setiap langkahku

Tapi aku mencoba sampai aku bisa untuk melewatinya

Sampai datang waktu untukku menggapai semuanya

Semoga apa yang ku jalani ini akan membuahkan hasil dihari esok

Teruslah melangkah walaupun cobaan terus menerpa

Asmara yang datang ..

Ketika cinta telah bersatu diantara 2 insan

Belaian kasih sayang bagai lautan cinta

Oh rembulan malam izinkan aku tuk slalu bersamanya

Tuk dapatkan penuh kasih sayangnya

Asmara yang dating untukku

Sangatlah indah dan bahagia

Bila mencintai dirinya sepenuh hati

Yang ku inginkan tak kan pernah binasa cinta ini

Saat cobaan datang

Asmara yang terurai akan tetap teguh menghadapinya

Sungguh lama asmara ini terurai

Semoga cobaan ini hanyalah jalan tuk mencapai hari esok yang bahagia

Rabu, 16 November 2011

Ayah

Malam ini...saat angin menyapa lirih
Bintangpun enggan angkat kaki
Terbesit sesal di rongga hati
Akan lelaki sejati yang tak pernah mati
Meski telah pergi....
Ayah..sering kau dipandang sebelah mata
Hanya jadi pelengkap kasih ibunda
Cinta dan pengorbananmu tak pernah jadi yang pertama
Di hadapan manusia dan penguasa semesta
Tak ada hingar bingar atas jasamu
Tak pernah ku dengar ayat-ayat suci tentangmu
Hanya sebait lagu itupun tak merdu
Kini jasad itu terbaring dalam mimpi
Sisakan perih di hati sanubari
Mengapa tak Kau sempatkan kubasuh telapak itu?
Walau surga mungkin tak disitu
Meski raga hanya wadah kalbu
Ku haturkan doa petang dan subuh
Tuk damai di pangkuanMu

Surat untuk Ibu

Kerutan di wajahnya, melambangkan kegigihan
Untuk mengarungi hidup bersama keluarganya
Dan aku mengerti akan.....
Desahan logat lengan tangannya yang menjadi saksi
Tak terhitung apa yang telah kau lakukan demiku
Kau menangis saat ku terluka dalam sembilu
Kau memanjat doa saat ku lelap dalam tidurku
Duhai bunda yang indah irama santunnya
Ijinkan ku basuh kakimu yang terpecah itu
Agar aku bisa merasakan betapa hebatnya
Pengorbananmu untukku....
Doaku untukmu adalah penjuru doa dalam hidupku
Rasa terima kasihku padamu adalah jalan lurusku untuk berbakti padamu
Dan setiap air mata yang terjatuh untukku
Adalah denyut nadiku yang selalu berdetak untuk menjagamu
Terima kasih bundaku yang ayu
Kau bagaikan sinar yang sempurna
Kau bagai lilin yang terpancar rata
Kau bagai ajimat yang tersemat di dada
Kelak, kehidupanku di dunia dan di alam sana
Menjadi abadi dan harum, seharum tubuhmu
Yang penuh pahala dan bunga

Dia Yang Berbeda

Berbeda dengan mereka
Dia...menjadi kumbang yang diam
Berbeda dengan mereka
Dia...tersenyum indah tanpa duka
Dan,takkan menjadi sama
Dia berjalan dengan harapannya....
Tak terjamah dan tak tersentuh
Kelam hari selalu jadi kelabu
Tak ada makna, tak ada tersirat sirna
Dan, dia menadah tangan bersama doa
Dan, disanalah aku ada untuk dia
Indah, memang indah...bersamanya
Berpangku tangan, berpegang harapan
Mencari redup sang rembulan yang bersandar
Tidakkah kau tahu, ini cinta yang tiada sempurna?
Dan, dia memang berbeda
Senyum yang tersungging itu...
Tak pernah kulupa dalam masa
Dulu, sekarang dan nantinya
Dia menjadi nyawa dalam raga
Kemarin, mata ini menatap dekat
Kemarin, tubuh ini berhadap erat
Kemarin, kata ini sungguh terpikat
Dan...tentunya....
Kemarin, hatinya terjawab singkat
Duhai dia yang rupawan disana....
Adakah hari esok untuk kita berdua?
Adakah hari esok untuk kita melepas lelah?
Adakah hari esok untuk kita melangkah suka?
Dan....tentunya....
Dia, takkan pernah tahu jawabannya!!!!

Ketiadaan

Ketiadaan itu telah mengacaukan...
Memerah dan seketika menghitam legam
Mengusik, menusuk kuat dalam asa yang dalam
Bagai pasir yang lepas dari erat genggaman
Mengucur pasti, berderai di hati yang terbenam...
Ketiadaan itu telah mengguncang
Dianya pedih, bagai onak yang tajam
Dianya susah, meski telah nyata di pandangan
Dianya tiada bahagia, tiada sejahtera
Melekat, merangkul kuat di sebalik harapan
Dan harapan hancur, terkubur di jiwa
Yang tak pernah terhibur...
Ketiadaan itu telah memporak-porandakan...
Kecupan mesra menjadi sumpah serapah
Cinta yang indah menjadi onggokan sampah
Mengapa.....
Kenyataan itu menyiksa tanpa arah
Sukaku terenggut paksa tak bisa kucegah
Usia yang panjang, kulalui dengan sangat payah
Namun segalanya belum berubah...
Ketiadaan itu telah meresahkan..
Bibir mencibir, menghardik tajam
Meminta, yang tiada kupunya di badan
Ku coba adukan, namun pekikan yang panjang
Seolah...telinga tak mendengar
Oh Tuhanku yang maha segalanya
MukjizatMu menjadi harapan yang tersisa
Ambillah semuanya...
Namun...berikanlah apa yang ingin ku punya
Benih kehadirannya, tangisannya dan kulit lembutnya
Agar menjadi tangan yang terulur
Di kala aku sudahlah renta.......

Senin, 14 November 2011

WANITAKU


Wanitaku ..

Betapa hatiku ingin memelukmu ..

Dengan segenap cinta yang kulukis ..

Namn, seperti apakah cinta yang engkau tawarkan kepadaku ..

Oh,rembulan malamku ..

Benarkah itu kamu ..

Yang menemuiku dengan 2 penjaga malaikatmu ..

Mengantarmu sejenak tuk menyapaku ..

Engkau menyapa dengan senyum pelangimu ..

Aku menyambutmu dengan bismilah..

Dengan cinta, dengan hati terindahku ..

Ditaman itu kita bersua ..

Berbalut iringan tasbih oleh penjagamu ..

Dalam daoa suci ..

Dengan rengkuhan cinta ..

Di taman asmara, aku memimpikanmu ..